Walimah pernikahan bukan hanya momen untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan. Bagi seorang Muslim, kesempatan makan juga dapat menjadi waktu untuk menerapkan adab yang diajarkan dalam Islam. Beberapa adab ini terlihat sederhana, tetapi mudah terlupakan ketika suasana acara ramai.
1. Membaca bismillah sebelum makan
Mulailah makan dengan menyebut nama Allah. Jika seseorang baru ingat setelah mulai makan, artikel Rumaysho membahas bacaan yang diucapkan ketika lupa membaca bismillah di awal. Baca penjelasannya langsung agar lafaz dan dasar haditsnya tidak keliru.
2. Makan dan minum dengan tangan kanan
Dalam pembahasan adab makan, Rumaysho mengutip hadits tentang perintah makan dan minum dengan tangan kanan. Bila ada keterbatasan atau uzur, tentu keadaan tersebut perlu diperhatikan; jangan menjadikan artikel ringkas ini sebagai pengganti pembahasan fikih yang lebih lengkap.
3. Mengambil makanan secukupnya
Ambil makanan sesuai kemampuan untuk menghabiskannya. Jika ingin mencoba beberapa menu, ambil dalam jumlah yang wajar dan kembali lagi bila masih ingin menambah. Kebiasaan ini membantu mengurangi makanan yang tersisa tanpa perlu mengurangi hak tamu lain.
4. Tidak mencela makanan
Jika ada menu yang kurang sesuai dengan selera, cukup tinggalkan tanpa mengejek atau mempermalukan pihak yang menyediakan. Menyampaikan masukan secara sopan berbeda dengan mencela makanan di depan orang lain.
5. Tidak berlebihan
Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31 agar manusia makan dan minum serta tidak berlebih-lebihan. Prinsip ini relevan saat menghadiri jamuan: nikmati hidangan dengan wajar dan hindari mengambil makanan hanya karena ingin mencoba semuanya, lalu membiarkannya tersisa.
6. Menjaga kenyamanan tamu lain
Berikan kesempatan kepada tamu lain untuk mengambil hidangan. Hindari mengambil terlalu banyak sekaligus ketika antrean masih panjang. Jika membawa anak, bantu mereka mengambil makanan dengan aman dan sesuai kebutuhan.
7. Bersyukur setelah makan
Sesudah makan, biasakan memuji Allah. Rumaysho menjelaskan bahwa ucapan “Alhamdulillah” setelah makan termasuk bentuk tahmid yang disebutkan dalam hadits. Untuk bacaan lain beserta sumbernya, rujuk tulisan doa setelah makan di Rumaysho.
Adab-adab di atas dapat menjadi pengingat bagi diri sendiri, bukan alat untuk menghakimi orang lain. Ketika menghadiri walimah, jaga ucapan, hormati tuan rumah, dan nikmati hidangan dengan rasa syukur.
Referensi untuk dibaca lebih lanjut:
- Adab Makan Penuh Barokah (2): https://rumaysho.com/1552-adab-makan-penuh-barokah-2.html
- Sebelum Makan, Bacalah “Bismillah”: https://rumaysho.com/1114-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html
- Hukum Makan dengan Tangan Kiri: https://rumaysho.com/1279-hukum-makan-dengan-tangan-kiri.html
- Do'a Setelah Makan: https://rumaysho.com/6048-do-setelah-makan.html
- Renungan #20, Jangan Isrof: https://rumaysho.com/15982-renungan-20-jangan-isrof.html
- Adab Makan di Rumah Kerabat dan Memberi Salam: https://rumaysho.com/33187-faedah-surat-an-nuur-47-adab-makan-di-rumah-kerabat-dan-memberi-salam.html